AMG clinic, Klinik Anak Berkebutuhan Khusus dan Kesulitan Belajar. Ditangani Terapis berpengalaman lebih dari 15 tahun. Untuk Observasi / Konsultasi segera Hubungi Kami untuk Appointment, info lengkap klik disini

Klinik Terapi Wicara


Anda sebagai orang tua pasti sangat khawatir jika menemukan bahwa anak anda yang telah menginjak usia dua tahun belum dapat berbicara, karena biasanya anak dalam usia tersebut minimal sudah dapat mengucapkan kata - kata sederhana. banyak orang tua yang agak ragu untuk membawa anaknya untuk di periksakan kondisinya atau bahkan ada yang telat menyadari kalau ternyata anak memiliki gangguan keterlambatan bicara.
Tidak ada salahnya bagi anda orang tua jika mendapati anak anda mengalami gangguan keterlambatan bicara untuk memeriksakan kondisinya di klinik terapi wicara AMG Clinic dan berkonsultasi dengan para terapis ahli disana. Dengan mendatangi AMG Clinic anda dapat mengetahui apa penyebab anak anda mengalami gangguan keterlambatan bicara setelah para terapis melakukan observasi. Observasi yang dilakukan para terapis terhadap anak anda berguna untuk mendapatkan data - data gangguan yang menghambat anak anda untuk berbicara.
Observasi terdiri dari beberapa tahap, seperti :
1.  Tahap pertama
     Terapis awalnya akan melakukan pemeriksaan mekanisme mulut dan sekitarnya seperti bibir, lidah, gigi langit - langit dan sekitarnya. hal ini berfungsi untuk mengetahui faktor penyebab gangguan keterlambatan bicara bukan berasal dari struktur orgab bicara atau mulut.
2.  Tahap kedua
     Terapis akan mengetes artikulasi yang keluar dari mulut anak untuk mengetahui seberapa besar kemampuan anak dalam mengucapkan huruf - huruf konsonan dalam bahasa Indonesia.
3.  Tahap ketiga
     dalam tahap ini terapis biasanya akan melakukan pengungkapan verbal atau ekspresif. Misalnya saat terapi bertanya kepada anak "mana hidung" kemudian anak dapat menunjukkan hidungnya, karena umunya anak pada umur 1-3 tahun telah memiliki kosa kata minimal 300 kata.
4.  Tahap keempat
     Tahap ini terapis akan mengevaluasi suara yang dihasilkan anak seperti rendah atau tinggi, serak atau tidaknya suara anak juga kekerasan suara pada anak.
5.  Tahap kelima
     evaluasi dengan menggunakan ritme yang dilakukan terapis berguna untuk mengecek apakah anak mengalami gagap atau tidak.
6.  Tahap keenam
     Terapis juga akan mengecek pendengaran anak, karena terapis melihat bahwa pendengaran anak sangat berdampak besar dalam perkembangan komunikasi dan akademis anak.
Setelah terapis melakukan observasi, terapis akan membuat perencanaan terapi dengan melihat data - data hasil observasi.

Jika ada informasi yang kurang jelas silahkan menghubungi Cs kami. Terima Kasih

AMG clinic